Arsip | BadhoganStory RSS feed for this section

Sego Njamoer, Pertolongan Pertama pada Kelaparan.

25 Sep

Bagi pelajar, khususnya yang tinggal di luar kota untuk urusan studi, anggaran sehari-hari merupakan suatu hal yang krusial apabila ingin survive  dalam waktu yang cukup lama di perantauan (curhat…) Nah, beruntunglah bagi yang memilih Surabaya sebagai tempat untuk menuntut ilmu, karena di kota ini biaya hidup tergolong dalam kategori murah. Selain itu, ada sebuah solusi bagi yang ingin makan hemat tanpa harus merogoh kantong terlalu dalam.

Berawal dari even Program Kreativitas Mahasiswa, sekumpulan mahasiswa kreatif asal Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) akhirnya menciptakan sebuah inovasi dalam bidang pangan yang mereka namai Sego Njamoer (Nasi Berjamur). Seperti namanya, bahan baku makanan ini adalah nasi dan jamur tiram. Yang bikin unik, jamur tiram ini memliki cita rasa seperti daging yang enaknya epic, nasinya pun dibentuk seperti onigiri (makanan Jepang) sehingga niscaya akan membuat ngiler semua orang yang belum pernah mencobanya langsung. Secara fisik, bolehlah Sego Njamoer ini dikatakan setara dengan Sego Kucing di Jawa Tengah 😀

Mengangkat slogan “Lezat dan Nggak Bikin KanKer”, tim Sego Njamoer mengangkat dua makna: yakni mempublikasikan khasiat jamur tiram sebagai makanan yang mampu mencegah pembentukan tumor dan kanker, serta keistimewaan Sego Njamoer yang nikmat di lidah tapi aman di kantong. Benar saja, untuk sebungkus Sego Njamoer kita hanya perlu membayar ganti rugi sebesar Rp3.000,00. Tapi tentu saja sebungkus tidak cukup, kalau mau puas kita minimal harus makan dua bungkus (saat kalap, penulis pernah beli 6 bungkus untuk dimakan sendiri).

Ada dua varian Sego Njamoer, yaitu original dan pedas. Penulis lebih menyarankan untuk memesan yang original saja, karena selain lebih terasa jamurnya, yang varian pedas menurut penulis agak kurang ramah di tenggorokan.

Gerai Sego Njamoer telah tersebar di beberapa lokasi sebut saja di Kantin pusat ITS, FTI ITS, Ria Swalayan Keputih, kantin Fakultas Hukum Universitas Airlangga, serta Kampus A Universitas Airlangga.  Penulis lebih suka untuk membeli di Ria Swalayan Keputih (kira-kira 500 meter dari Universitas Hang Tuah) karena penulis agak sungkan kalau harus masuk kampus orang…hehehe…Saran penulis, datanglah setelah pukul 10.00 pagi, karena meskipun gerai sudah dibuka mulai pukul 09.30, biasanya si penjual masih sibuk dengan mengolah jamur dan menanti kiriman nasi.

Berikut adalah foto-fotonya, maaf kalau fotonya colongan semua, karena saat penulis ke TKP gerainya belum buka.

Penampakan Gerai Sego Njamoer (source: segonjamoer.com)

Bahan Baku The Epic Sego Njamoer (source: wikipedia.com)

Penampakan Sego Njamoer di Website Resminya (source: segonjamoer.com)

Selamat makan! Kalau beli cepet-cepet dimakan ya, biar nasinya nggak njamur beneran! 😀

Nasi Goreng Iblis Srikana.

21 Agu

Lidah orang Surabaya terkenal betah pedes, tidak bisa makan kalau tidak ada nuansa pedasnya, meskipun sekali kepedasan tapi kalau enak ya diteruskan saja atau dalam istilah lainnya kapok lombok. Dan nasi goreng adalah salah satu menu wajib yang harus ada dalam daftar badhogan sehari-hari orang Surabaya. Menu yang merupakan warisan kebudayaan Tiongkok ini telah diadaptasi dalam berbagai macam rasa hingga cocok dengan tipe lidah orang Indonesia.

Salah satunya adalah nasi goreng jawa, nasi goreng dengan ciri khas penggunaan telur rebus serta taburan tauge serta ayam ini memang sudah sangat terkenal sebagai penghangat di malam hari bagi warga Surabaya. Contohnya adalah Nasi Goreng Iblis yang berlokasi di jalan Srikana ini. Cukup mencolok untuk ditemukan, ada sebuah geber berwarna putih bertuliskan Nasi Goreng Jawa Papi Kancil yang memudahkan pembaca untuk mencarinya.

Yang menjadikan nasi goreng ini terkenal adalah cita rasa pedasnya yang ajegile, untuk yang tidak tahan pedas (termasuk penulis) mungkin bakalan berpikir dua kali untuk menambah suapan kedua. Sekilas mengingatkan pada nasi goreng jancuk milik Surabaya Plaza Hotel, tapi berhubung harga nasi goreng jancuk yang makin melambung, bolehlah pembaca menjadikan nasi goreng iblis sebagai bahan latihan sembari mengumpulkan uang. (lho??)

Hal lain yang membedakan dari nasi goreng jancuk adalah porsinya yang lebih masuk di akal. Pembaca tak perlu khawatir terkapar di tengah makan, lain halnya dengan nasi goreng jancuk yang porsinya bisa membuat kita harus menelepon hingga tiga orang bala bantuan ketika sudah tidak kuat menghabiskannya. Selain itu kita juga bisa memesan sesuai kadar kemampuan kita, karena tidak hanya menu “iblis” yang dijual tapi ada juga nasi goreng untuk lidah manusia normal seperti nasi goreng krengsengan dan nasi goreng sosis.

Satu porsi dibanderol Rp7.000, selain itu pembaca juga bisa memesan segelas es teh seharga Rp1.500 untuk membawa cahaya surga ke dalam mulut. Untuk penambah cita rasa, sepiring kerupuk juga sudah disediakan di samping seporsi nasi goreng.

Penulis sangat tidak menyarankan menu iblis ini untuk dijadikan menu buka bersama (yaiyalah!). Jadi, waktu yang paling tepat untuk menyantap nasi goreng iblis adalah malam setelah salat Tarawih, karena akan cocok untuk memanaskan kembali perut yang terkena hawa dingin malam. Dan bagi penderita maag, alangkah baiknya untuk membawa sestrip tablet obat maag untuk dikonsumsi setelah makan.

Selamat makan!

———————————————–

Geef Mij Maar Nasi Goreng – Wieteke van Dort

Toen wij repatrieerden uit de gordel van smaragd  (Ketika kami pulang dari negeri khatulistiwa)

Dat Nederland zo koud was hadden wij toch nooit gedacht (Ternyata Belanda sangat dingin, kami tak mengiranya)
Maar et ergste was ‘t eten, nog erger dan op reis (Yang paling parah adalah makanannya, lebih buruk dari perjalanannya)
Aardapp’len, vlees en groenten en suiker op de rijst (kentang, daging, dan sayur, dan nasi dicampur gula)
Geef mij maar nasi goreng, met een gebakken ei (Berikan aku nasi goreng saja, dengan telur goreng)
Wat sambal en wat kroepoek, en een goed glas bier erbij (Dengan sambal dan krupuk dan segelas bir)
Geef mij maar nasi goreng, met een gebakken ei (Berikan aku nasi goreng saja)
Wat sambal en wat kroepoek, en een goed glas bier erbij (Dengan sambal dan krupuk dan segelas bir)

(source: kaskus.us)

 

Toko Lawang Agung, Pusat Kurma Terlengkap di Indonesia.

31 Jul

Bulan suci Ramadan telah menanti di depan mata, sudah menjadi pemandangan umum apabila kaum muslim Indonesia—khususnya di kota tercinta ini—ramai-ramai berburu sesuatu untuk dijadikan kudapan spesial, baik untuk berbuka maupun sahur. Di antara makanan tersebut, kurma adalah salah satu yang lazim ditemui. Buah yang tumbuh di kawasan gurun ini memang identik dengan bulan Ramadan karena memang konsumsi buah satu ini lumayan dianjurkan oleh agama. Selain itu, kurma juga terbukti secara klinis ideal sebagai asupan energi saat menjalani puasa.

Di antara toko maupun supermarket yang menjual kurma, ada sebuah pusat penjualan kurma di Surabaya yang mengklaim diri sebagai yang terlengkap di Indonesia, yaitu toko Lawang Agung. Terletak di daerah kampung Arab Ampel, tepatnya di Jalan Nyamplungan 75 Surabaya, toko ini bagaikan surga bagi mereka yang ingin berburu kurma untuk takjil maupun hanya ingin sekedar menjelajahi variasi buah asal jazirah Arab ini.

Di toko yang telah berdiri sejak tahun 1950-an ini, pembaca bisa menemui berbagai macam jenis kurma, bahkan ada lebih dari dua puluh jenis apabila stok sedang penuh. Mulai dari kurma asal Mesir yang ekonomis, kurma Tunisia yang legit dengan aftertaste  yang khas, hingga kurma Ajwa yang hitam manis dan konon bibitnya ditanam langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

Harganya pun bervariasi, berkisar sekitar 15 ribu rupiah perkilo hingga ratusan ribu rupiah untuk yang paling mahal. Yang paling mahal biasanya berjenis ruthab atau setengah matang karena lebih lezat dan empuk. Penulis lalu membeli sekilo kurma Mesir seharga 20 ribu rupiah. Tapi harga ini juga bervariasi, tergantung dari tingginya permintaan pula, umumnya harga kurma melonjak menjelang hingga pertengahan Ramadan karena saat itulah kurma paling banyak dicari.

Selain menjual buah kurma, Toko Lawang Agung juga menjual berbagai macam produk berbau Arab lainnya seperti air zam-zam, madu yaman, hingga makanan khas Arab yang sudah dibekukan macam kebab atau sambosa. Hiasan bernuansa khas juga dapat ditemukan di sini, seperti teko dan gelas untuk menyajikan air zam-zam.

Tampilan Depan Toko Lawang Agung (source: tokolawangagung.blogspot.com)

Bagi yang ingin memelihara kesehatan, Toko Lawang Agung juga dikenal memiliki koleksi obat herbal alamiah yang diramu berdasarkan cara islami semacam kapsul habbatussauda (jintan hitam) yang berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit seperti hipertensi, gangguan ginjal, hingga mencagah timbulnya kanker.

“Sesungguhnya di dalam Habbatussauda terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit, kecuali kematian” {Shohih HR Bukhori, no. 5688; Fathul Baari, X/143; dan Muslim, no. 2215, source: nurusy-syifa.com}

Akhirnya penulis juga membeli sekotak kebab beku, total ganti rugi yang harus dibayar adalah Rp35.000 untuk sekotak berisi sepuluh kebab, cukup hemat dibandingkan membeli per satuan yang bisa jadi  mahal.

Air Zam-Zam, Teko, Serta Gelas Minumnya. Semua Ada di Lawang Agung.

Kurma Mesir yang Penulis Beli dari Toko Lawang Agung. Siap Tempur!

Tentu saja Lawang Agung bisa menjadi solusi bagi pembaca yang selama ini mencari pusat penjualan kurma yang lengkap dan dapat dipercaya. Sembari kita menambah wawasan dengan berziarah ke situs religi Ampel, apa salahnya kita mencoba toko yang satu ini. Tunggu apa lagi, selamat berburu kurma di Toko Lawang Agung!

Bubur Ayam Jalan Jawa

22 Jul

Bagi warga Surabaya, pasti tidak asing lagi dengan kuliner yang satu ini, ya, bubur ayam Jakarta yang biasanya setia menanti pelanggan di Jalan Jawa (dekat Kelt dan SMPN 6 Surabaya) ini memang sudah terkenal sebagai spot sarapan favorit bagi sebagian warga kota pahlawan, khususnya kalangan penggila sepeda pancal yang umumnya menjadi pelanggan tetap di sini.

Penulis beruntung dapat menjadi pelanggan pertama ketika ingin mencoba bubur yang satu ini, maklum, menu yang satu ini dikenal cepat sekali ludes. Bahkan pada akhir pekan biasanya sudah bubaran sebelum jam sembilan pagi. Penulis berangkat dari rumah dengan menggunakan sepeda pada pukul 05.30, sehingga pas dengan datangnya gerobak bubur ayam yang bersiap untuk standby kira-kira pukul 05.45.

PERTAMAX GAN!!! YEEEAHHHH

Semangkuk bubur ayam dibanderol seharga Rp7.000 rupiah, tambah Rp3.000 rupiah untuk topping jeroan (ati, ampela, atau salah satunya saja). Untuk minumannya, si penjual bersimbiosis mutualisme dengan pemilik warung di belakang gerobaknya (tidak terlihat di foto, belum buka) untuk menyediakan teh manis hangat sekaligus tempat duduk buat pengunjung.

Penulis akhirnya memesan semangkuk bubur ayam dengan topping ampela, porsinya memang standar menu sarapan, namun rasanya setimpal dengan harga yang ditawarkan. Yang penulis suka adalah rasanya yang mild, tidak terlalu dominan rempah-rempah untuk ukuran bubur ayam, karena biasanya ada yang rasa jahenya terlalu kuat. Selain itu rasa krupuknya yang menyatu serta topping jeroannya yang gurih juga menjadi nilai plus buat bubur ayam yang satu ini.

Paaak, minta paaaak (source: kaskus.us)

Pengemasan untuk pesanan take away juga patut diacungi jempol, dilakukan dengan cukup telaten dan bersih sehingga memudahkan konsumen untuk menikmatinya di rumah sebagai oleh-oleh buat keluarga tercinta.

Saran penulis, usahakan datang pagi-pagi terutama pada hari Sabtu atau Minggu kalau tidak ingin kehabisan, terutama bagi yang ingin merasakan nikmatnya topping jeroan ala Bubur Ayam Jalan Jawa.

Selamat berwisata kuliner, salam kemalan badhogan!