Menikmati Pagi di Taman Mundu.

20 Agu

Di bulan Ramadan, sebagian dari kita mungkin memutuskan untuk melanjutkan mimpi setelah melaksanakan ibadah sahur, demikian juga dengan penulis yang kebetulan sedang libur panjang. Tapi pagi ini penulis mencoba sesuatu yang beda dengan kembali berjalan-jalan mengitari Kota Pahlawan, kali ini jujukan penulis adalah Taman Mundu.

Bagi warga Surabaya, pastilah tidak asing dengan taman yang terletak tepat di depan Stadion Gelora 10 November ini. Sekitar lima tahun yang lalu, sebelum direnovasi menjadi sebuah taman, tempat ini adalah sebuah lapangan yang kerapkali dijadikan tempat untuk menggelar bazar atau sekedar dijadikan lokasi senam pagi. Kini, setelah revolusi Sparkling Surabaya yang diselenggarakan oleh pemerintah kota, Taman Mundu menjelma menjadi sebuah tempat yang elok di pusat kota Surabaya.

Fasilitas yang ditawarkan taman ini lumayan lengkap: mulai dari tempat bermain bagi anak-anak, trek berbatu untuk area berjalan kaki sambil menikmati pijatan refleksi, serta tempat duduk yang luas. Istimewanya lagi, Taman Mundu juga menjadi salah satu lokasi (selain Taman Bungkul) yang dipilih oleh PDAM Surabaya untuk menjadi spot keran air siap minum, jadi pengunjung yang kebetulan lewat bisa leluasa meminum air dari sana secara gratis.

Berbunga: Salah Satu Sudut di Taman Mundu.

Segar: Keran Air Siap Minum di Taman Mundu.

Taman yang diresmikan pada Juli 2010 oleh mantan wali kota Bambang D.H. ini juga dikenal memukau saat malam tiba, air mancur dan kilauan lampu dalam berbagai macam warna siap memanjakan mata siapa saja yang memandangnya. Sulit dipercaya bahwa di sana dulu pernah terdapat sebuah lapangan yang cenderung tidak terurus, bahkan dulu tidak ada yang terpikirkan untuk memalingkan wajah tiap kali melewatinya.

Taman Mundu adalah salah satu di antara belasan taman-taman kota yang ada di Surabaya, rencananya pemerintah kota masih akan menambah jumlah taman hingga melebihi target 30% Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk kategori kota. Kini Surabaya adalah kota dengan persentase RTH yang cukup tinggi dengan lebih dari 25% dibanding luas wilayah, jauh lebih tinggi dari Jakarta yang hanya memenuhi sekitar 5-6% dari total luas.

Semoga ke depannya Surabaya akan terus menambah jumlah taman kota, sehingga dapat menjadi contoh bagi kota-kota yang lain untuk go green serta menyediakan paru-paru kota yang otomatis bisa membuat warganya nyaman dan sehat dalam menjalani aktivitas.

(source: surabayapost.co.id)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: