Menimba Wawasan di Perpustakaan C20.

10 Agu

Di bulan puasa, tak jarang orang-orang menemukan hobi baru untuk mengisi waktu luang mereka menjelang berbuka. Nah, bagi anda yang memiliki ketertarikan pada bidang yang berbau sastra ataupun hanya hobi membaca, tak ada salahnya untuk mampir ke perpustakaan yang terletak tak jauh dari kantor Kedutaan Amerika Serikat ini. Terletak di Jalan Dr.Cipto 20, perpustakaan milik pribadi ini dinamai sesuai lokasi berdirinya, yakni C20. Pengelola C20 menyebut perpustakaan ini sebagai ruang publik yang menyediakan berbagai referensi buku fiksi maupun nonfiksi serta audiovisual pilihan untuk disewa atau dibaca di tempat.

Penulis berkesempatan mewawancarai pemilik C20 yakni Ibu Yuli, beliau menyatakan bahwa sebagian besar koleksi yang terdapat di C20 adalah milik pribadi, sisanya adalah sumbangan dari rekan maupun titipan orang lain untuk disewakan. Kini C20 telah mengoleksi lebih dari 4.000 macam buku, baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Tema koleksi bukunya pun beragam, mulai dari sastra, sejarah, sosial budaya, hingga seni lengkap terdapat di sini. Awal mula berdirinya perpustakaan ini pun karena koleksinya yang sudah membeludak.

Tampilan Depan Perpustakaan C20

Bersahabat: Jauh dari Kesan "Angker" Perpustakaan Pada Umumnya.

“Selain itu kami juga mengadakan pemutaran film tiap akhir pekan mulai pukul 6 sore” Tambahnya. Tapi jangan harap menemukan film macam “Suster Keramas” atau “Hantu Jamu Gendong”, karena di sini film yang diputar pun berisi dan tidak sembarangan, umumnya yang diputar adalah film bergenre dokumenter maupun film Indonesia unggulan. Contohnya pada hari Minggu, 14 Agustus 2011, film dokumenter berjudul “Rumah Abu Han” akan ditayangkan di C20, film ini menceritakan  sebuah rumah kuno di Surabaya yang merupakan peninggalan suku Han pada zaman kolonial, beserta makna filosofis yang terkandung dalam arsitekturnya. Cukup layak ditonton sebagai penambah wawasan tentang sejarah kota Surabaya.

Selain itu, di bulan Ramadan ini C20 juga mengadakan agenda diskusi serta buka bersama, lumayan, kita bisa menggali pengetahuan lebih dalam sembari menanti azan magrib dikumandangkan. Salah satu tema diskusinya adalah “Mentawai Tattoo Revival: Tato dan Tradisi” yang diadakan pada Sabtu, 20 Agustus 2011.

Ibu Yuli menambahkan, di sini pengunjung bisa merasakan suasana seperti rumah sendiri, karena C20 didesain senyaman mungkin, lengkap dengan tempat duduk ala kafe di terasnya yang biasa digunakan pengunjung untuk cangkrukan. Memang, perpustakaan ini jauh dari kesan perpustakaan pada umumnya yang serba kaku dan tidak santai, bahkan cenderung colorful serta bersahabat.

Sangat mudah untuk menjadi member C20, untuk mendapatkan keanggotaan yang berlaku selama setahun, pengunjung cukup menunjukkan fotokopi kartu identitas, menyerahkan pasfoto, serta membayar biaya keanggotaan sebesar Rp50.000,00. Setelah itu, anda bebas memilih buku apa saja untuk disewa. (Penulis juga menyempatkan diri untuk mendaftar sebagai member, lalu menyewa sebuah buku sejarah sosial-budaya berjudul “Hikajat Soerabaia Tempo Doeloe”)

Surga: Bagi Penggila Buku, Waktu Ngabuburit Jadi Tidak Terasa.

Ibu Yuli, Sang Pemilik C20.

Mengapa perpustakaan ini jarang diketahui masyarakat luas? Ibu Yuli punya jawabannya, yakni karena publikasi C20 kebanyakan adalah melalui lisan dan internet, untuk mengakses via internet, C20 menyediakan akun twitter, facebook, maupun website pribadinya. Beliau berharap bahwa dengan publikasi via dunia maya ini, C20 akan makin ramai dikunjungi.

Bagi yang memiliki buku bekas, majalah, maupun DVD yang masih layak guna, C20 juga menerima jasa penitipan jual, penulis juga sempat melihat ada kaus “Grammar Suro Boyo” juga dijual di sini. Bagi yang membutuhkan venue untuk acara khusus seperti pameran maupun sesi foto, C20 dapat pula menjadi pilihan yang tepat.

C20 siap menyambut pengunjung dengan tangan terbuka setiap Senin, Rabu, dan Jumat pukul 10.00 hingga pukul 19.00, serta mulai pukul 11.00 hingga 21.00 pada hari Sabtu dan Minggu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: