Dagelan Surabaya: Surat Wasiat

24 Jul

Suatu hari ada seorang bapak pengusaha kaya bernama Paijo yang sakit keras, dia sudah lama dirawat di RS Darmo. Karena kata sang dokter kondisinya memburuk dan divonis umurnya tak panjang lagi, seorang dari anaknya pun berinisiatif memanggil seorang modin (juru doa) untuk memudahkan ayahnya menjalani sakaratul maut.

Tak lama kemudian datanglah seorang modin bersama dengan anak tersebut, rupanya di sana sudah banyak pengunjung yang berkumpul mengitari sang bapak yang terbaring lemah. Segera saja modin mengambil tempat duduk tepat di samping Paijo dan memimpin doa dengan diikuti para pengunjung yang lainnya.

Lalu, terlihat respon dari Paijo,  ia membelalakkan mata dan tangannya bergerak-gerak, terlihat seperti gerakan menulis sesuatu.

Mas, tolong pak’e dike’i potlot karo kertas, sawangane arep nulis surat wasiat!” Seru pak modin kepada si anak pengusaha tadi. Buru-buru ia mengambil selembar kertas kecil dan pulpen dari sakunya lalu disodorkan ke tangan ayahnya, dengan tangan yang bergemetar kencang bapak tadi menuliskan sesuatu. Sementara itu, modin memeruskan bacaan doanya sembari diikuti oleh para penjenguk.

Setelah menuliskan surat tersebut, wafatlah  Pak Paijo.

“Bapak-bapak, ibu-ibu, ini surat wasiatnya saya bawa dulu ya, tidak etis kalau kita buka di sini. Nanti kita cari tahu isinya pada saat pemakaman”

Sorenya, diadakanlah upacara pemakaman Paijo yang dihadiri banyak koleganya dari kalangan pengusaha. Pak modin seperti biasa, bertugas membaca doa di samping makam Paijo. Setelah semuanya beres, modin itu berdiri di antara sekumpulan peziarah sambil mengangkat tinggi-tinggi surat terakhir dari Pak Paijo.

“Para ziarah, ini wasiatnya Pak Paijo, saya mohon para hadirin diam karena pasti beliau meninggalkan suatu perkara yang sangat penting bagi kita semua”

Sekejap hadirin langsung diam dan mengalihkan perhatian pada pak modin yang berdiri sendiri di samping makam Paijo.

Pak modin mengambil sikap seperti akan membaca puisi, menarik suara sejenak, dan tiba-tiba nafasnya tercekat, alangkah terkejutnya ia setelah membaca isi yang tertulis dalam kertas kecil itu:

“MODIN GOBLOG, SELANG OKSIGENKU OJOK MBOKLUNGGUHI, NGALEH!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: